10 Perbandingan Manusia dan Simpanse – MAUL-UNDERGROUND

Senin, 20 Februari 2012

10 Perbandingan Manusia dan Simpanse


Simpanse adalah kerabat paling dekat kita, namun kedekatan itu tidak diketahui untuk sebagian besar manusia dunia sampai Charles Darwin menulis tentang mereka dan dipopulerkan pada tahun 1859. Banyak kesamaan tentang mereka yang ditemukan akhir-akhir ini namun kesalahpahaman telah tumbuh karena manusia sering membesar-besarkan dalam lisensi artistik dalam karya fiksi. Namun demikian, kesamaan dan perbedaan itu tidak membuat banyak orang berpikir. Dengan belajar tentang kerabat kita tersebut, kita dapat lebih memahami diri kita sendiri.
Berikut saya tuliskan beberapa perbandingan antara simpanse dengan manusia yang saya kutip dari tulisan jurnalis Kate Mulcahy.
 10. Jumlah Spesies
Simpanse sering disebut monyet, padahal salah. Mereka sebenarnya masuk dalam keluarga kera besar seperti kita. Jenis kera besar lainnya adalah orang utan dan gorila. Hanya ada satu spesies hidup manusia saat ini: Homo sapiens.  Di masa lalu, banyak ilmuwan mencoba untuk menyatakan bahwa ada beberapa spesies manusia, dan sering cepat menambahkan bahwa manusia berasal dari spesies yang unggul. 
Namun demikian, manusia dapat menghasilkan keturunan yang subur. Simpanse, dari sisi lain sebenarnya hanya dua spesies, Pan troglodytes, simpanse pada umumnya dan Pan paniscus, Gracile Simpanse atau bonobo. Kedua jenis simpanse ini benar-benar berbeda. Manusia dan kedua jenis simpanse itu berevolusi dari satu nenek moyang, kemungkinan Sahelanthropus tchadensis, antara lima hingga tujuh juta tahun yang lalu.

9. DNA

Sering dikatakan bahwa manusia dan simpanse berbagi 99% DNA yang sama. Perbandingan genetik tidak sederhana karena sifat pengulangan gen dan mutasi, tapi perkiraan yang lebih baik adalah antara 85% - 95%. Angka ini mungkin terdengar mengesankan, tapi kebanyakan DNA yang digunakan untuk fungsi dasar selular dalam kehidupan untuk saling berbagi. 
Sebagai contoh, kita memiliki sekitar setengah dari DNA yang sama dengan pisang, namun orang tidak menggunaka ini untuk menekankan bagaimana pisang itu sama dengan kita.
Jadi 95% tidak mengatakan sebanyak seperti pertama kali muncul. Simpanse mempunyai 48 kromosom, dua kali lebih banyak dari manusia. Hal itu diperkirakan karena dalam diri nenek moyang manusia dua pasang kromosom menyatu menjadi satu pasangan. Yang menarik, manusia mempunyai beberapa variasi genetik yang ada pada semua hewan, dimana kawin sedarah dapat menyebabkan masalah genetik. Bahkan dua manusia yang sama sekali tidak berhubungan darah biasanya mempunyai kemiripan dibanding dua simpase yang bersaudara.
8. Ukuran Otak

Otak seekor simpanse memiliki volume rata-rata 370 ml. Sebaliknya manusia memiliki volume otak rata-rata 1350 ml. Ukuran otak itu sendiri bukan merupakan indikator mutlak tingkat kecerdasaan. Pemenang hadiah nobel yang ada mempunyai ukuran otak dalam range 900 ml hingga lebih dari 2000 ml. Struktur dan organisasi bagian dari otak adalah cara terbaik dalam menentukan kecerdasan. 
Otak manusia mempunyai area permukaan yang tinggi karena bentuk yang lebih berkerut ketimbang otak simpanse dengan jumlah koneksi antar bagian yang lebih besar. Serta Lobus Frontal yang relatif lebih besar yang memungkinkan kita lebih bagus dalam pemikiran abstrak dan logika.







7. Kemampuan Bersosialisasi

Simpanse menghabiskan banyak waktu untuk bersosialisasi. Simpanse remaja dan yang sedang beranjak dewasa lebih sering bermain dengan mengejar dan menggelitik satu sama lain. Simpanse dewasa lebih kepada menunjukkan kasih sayang termasuk memeluk dan mencium kepada simpanse dari berbagai usia dan jenis kelamin yang berbeda. 
Manusia menghabiskan waktu bersosialisasi lebih melalui berbicara dibanding simpanse. Manusia juga menunjukkan hubungan kuat melalui kotak fisik, tepukan  di punggung, pelukan atau dorongan. Ukuran kelompok sosial erat mencerminkan ukuran otak mereka. Simpanse memiliki sekitar 50 teman dekat sedangkan manusia memiliki antara 150 hingga 200.

6. Bahasa dan Ekspresi Wajah

Simpanse memiliki salam kompleks dan komunikasi yang tergantung pada status sosial dari simpanse tersebut. Mereka berkomunikasi secara verbal dengan menggunakan berbagai seruan, geraman, jeritan dan vokalisasi lainnya. Sebagian besar komunikasi mereka dilakukan melalui gerak tubuh dan ekspresi wajah. Banyak dari ekspresi mereka: kejutan, menyeringai, memohon, menghibur, adalah sama dengan manusia. 
Perbedaan dengan simpanse, manusia tersenyum dengan menanggung gigi mereka, namun untuk simpanse itu adalah tanda agresi atau bahaya. Karena komunikasi manusia lebih banyak dilakukan melalui vokalisasi, manusia memiliki pita suara yang kompleks yang memungkinkan membagi besar suara namun tidak akan pernah bisa minum dan bernapas secara bersamaan dimana simpanse bisa melakukan itu. Selain itu, manusia memiliki lidah yang berotot dan bibir sehingga memungkinkan untuk memanipulasi suara. Itulah sebabnya manusia memiliki dagu runcing dimana banyak otot yang menonjol dari bibir ke dagu yang menonjol. Sedangkan simpanse tidak memiliki otot ini sehingga bentuk dagu tidak menonjol.

5. Diet


Simpanse dan manusia sama-sama omnivora (makan tumbuhan dan daging). Manusia lebih karnivora dari simpanse dan memiliki usus yang lebih halus terhadap pencernaan daging. Simpanse kadang akan memburu dan membunuh mamalia lain, seringkali monyet.

Berdasarkan dari sistem pencernaan kita dan gaya hidup suku-suku yang masih ada, diperkirakan bahwa manusia telah berevolusi untuk makan daging minimal sekali dalam beberapa hari. Manusia juga cenderung makan dalam kondisi yang berkelanjutan daripada makan terus sepanjang hari. Sedangkan simpanse mempunyai sifat ingin makan buah terus menerus. Oleh karena itu kebanyakan manusia tidak akan makan lebih dari tiga kali sehari.

4. SEX

 Banobo terkenal untuk nafsu seks mereka. Umumnya simpanse dapat menjadi marah atau ribut, namun banobo meredakan situsasi tersebut melalui kenikmatan seksual. Mereka juga menyapa dan menunjukkan kasih sayang satu sama lain melalui stimulasi seksual.

Simpanse pada umumnya tidak lebih menikmati seks nya. Proses kawin hanya membutuhkan waktu sepuluh atau lima belas detik saja. Mereka lebih menikmati makan dan hal lainnya. Pada simpanse, jenis betina umumnya akan kawin pada beberapa jantan, yang kadang-kadang sabar menunggu giliran setelah satu sama lain selesai.

Manusia mengalami kesenangan seksual seperti Banobo. Bahkan seks untuk reproduksi membutuhkan waktu lebih lama dan usaha lebih dengan kemitraan jangka panjang(pernikahan) sebagai hasilnya. Tidak seperti manusia, simpanse tidak memiliki konsep kecemburuan seksual/kompetisi, oleh karena itu mereka tidak mengambil mitra jangka panjang.

3. Melangkah dengan Berdiri.


Baik manusia dan simpanse mampu berjalan dengan dua kaki (bipedally). Simpanse akan sering melakukan ini untuk melihat jauh kedepan, namun lebih memilih bergerak dengan emoat kaki. Manusia berjalan tegak sejak  masa bayi dan telah berevolusi tulang panggul berbentuk mangkuk untuk mendukung organ-oran internal ketika berjalan. Simpanse, bersandar kedepan selama gerakan, tidak perlu didukung oleh organ panggul sehingga memiliki panggul lebih luas. Hal ini membuat persalinan lebih mudah ketimbang manusia.

Kaki manusia lurus dengan jari-jari kaki bagian depan untuk membantu mendorong saat berjalan, sedangkan kaki simpanse memiliki jempol kaki saling berlawanan lebih seperti tangan yang kuat daripada kaki. Bentuk itu mereka gunakan untuk memanjat, merangkak, bergerak diagonal atau berputar.



2. Mata


Manusia memiliki mata berwarna putih disekitar iris mereka sedangkan simpanse biasanya memiliki warna cokelat gelap. Ini mungkin merupakan penyesuaian terhadap situasi sosial yang lebih kompleks, dimana hal itu merupakan keuntungan untuk melihat dan membantu berpikir.

Baik simpanse dan manusia dapat melihat dalam warna, dapat memilah antara buah yang matang atau tanaman untuk dimakan. Mata mereka menunjuk ke depan ke arah yang sama karena membantu mereka melihat lebih mendalam padasaat berburu, bukan pada sisi kepala seperti kelinci yang menghindari dari perburuan.

1. Penggunaan Alat


Selama bertahun-tahun, manusia dianggap sebagai makhluk pengguna. Baik manusia dan simpanse mampu merubah dan memodifikasi lingkungan mereka untuk membuat alat dalam membantu tantangan setiap harinya.








Artikel Terkait

0 comments:

SAVE THE EARTH

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...